04 April 2009

Rangkaian Dioda: Detektor Puncak (Peak Detector)

Rangkaian detektor puncak (peak detector) adalah rangkaian yang terdiri dari hubungan seri sebuah dioda dengan kapasitor yang menghasilkan output, secara teori, berupa tegangan DC yang sama dengan amplitudo puncak (Vp) tegangan AC sebagai input. Tetapi karena dioda yang ada tidaklah ideal maka tegangan output DC yang dihasilkan adalah hasil pengurangan dari amplitudo puncak tegangan AC sebagai input dengan tegangan buka dioda sebesar 0,7V.

Dari grafik rangkaian detektor puncak diatas jelas terlihat bahwa besar tegangan DC outputnya tidak sama dengan amplitudo puncak (Vp) sinyal masukan, yaitu :
Vout = Vp – VD = 10 – 0,7 = 9,3V

Dengan menggabungkan rangkaian penjepit DC positif di depan rangkaian detektor puncak maka akan didapatkan rangkaian detektor puncak ke puncak yang outputnya, secara teori, berupa tegangan DC sebesar 2 kali amplitudo puncak (2Vp) tegangan AC sebagai input.

Sama seperti rangkaian detektor puncak, output dari rangkaian detektor puncak ke puncak ini juga dipengaruhi oleh tegangan buka dioda. Hal ini dapat ditunjukkan pada grafik output rangkaian detektor puncak ke puncak berikut.

Untuk rangkaian penjepit DC positif dapat kita ketahui outputnya, yaitu :
Voutclamper = Vin(peak-to-peak) - VD = 20 - 0,7 = 19,3V
Output rangkaian penjepit DC positif ini kemudian dijadikan sebagai input rangkaian detektor puncak, yang juga merupakan output rangkaian detektor puncak ke puncak, yang besarnya adalah :
Vout(peak-to-peak detector) = Vin(peak-to-peak) - VD
Vout(peak-to-peak detector) = Vout(clamper) - VD = 19,3 - 0,7 = 18,6V


Bookmark and Share
PERHATIAN :
Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
Cantumkan link berikut jika Anda menulis ulang sebagian/seluruh isi artikel ini pada blog/website Anda

12 comments:

Raffaell said...

Very good tutorial! Hebat Hebat!

triyanto said...

jadi inget waktu sekolah dulu om

dwinacute said...

haaha makasih-makasih pak. jadi inget pelajaran elektronik waktu sekolahan dulu. enaknya ngeblog salah satunya ya ini. bisa nambah ilmu

salam kenal

yos said...

@dwinacute.
maksudnya bikin topik elektronika memang supaya gak lupa ama pelajaran sekolah. sekalian jadi topik blog daripada bingung cari2 topik yg lain.

Raffaell said...

Hahaha, iya nih, jadi refreshing lagi, hehe thanks thanks

Anonymous said...

MAAS BOS AWARDX SAYA AMBIL.,.,.,
ITUNG2 BWT BLJR.,.,.,
AWARDX SAYA TARUH DI BLG SAYA.,.,.

yos said...

award yg mana ya? jadi bingung sendiri...

Kiki said...

makasih materi-nya. mau buat peak detektor..

yos said...

@kiki.
sama2 bro, smoga sukses laporannya.
btw, situ masih suka pake sandal jepit?

Aminul Fikri said...

Makasih banyak penjelasannya mas. saya jadi mengerti penggunaan peak detector.

omong2, software yang digunakan untuk simulasinya apa ya mas?

yos said...

@aminul fikri.
makasih jg atas kunjungannya, semoga bisa menambah pengetahuan.
utk simulasi diatas, saya menggunakan CircuitMaker 2000

Unknown said...

jadi paham tentang perbedaan peak detector dan rectifier amplifier, mantap2

Post a Comment

Blog Followers

Blog Directory