05 August 2009

Mengenal IC Timer 555

Di dalam dunia elektronika, baik analog maupun digital, IC 555 sangat banyak dijumpai sebagai komponen utama pewaktu (timer) dan pembangkit pulsa (pulse generator). Hal ini disebabkan karena selain harganya yang murah, juga karena IC 555 sangat mudah dalam perancangan dan stabil saat digunakan.

IC 555 diperkenalkan pertama kali oleh Signetics (diakuisisi oleh Philips) pada tahun 1971 dengan nama asli SE555/NE555 dan mendapat sebutan "The IC Time Machine". Nama 555 sendiri diambil dari penggunaan 3 buah resistor 5-kohm yang terdapat di dalam atau sebagai penyusun IC ini. Secara keseluruhan IC 555 tersusun atas 2 komparator tegangan, 1 flip-flop bistable, 1 transistor pembuangan (discharge), dan 3 resistor pembagi tegangan.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai IC 555, ada baiknya kita mengetahui juga fungsi-fungsi pin/kaki IC 555 seperti yang ditunjukkan pada susunan pin dan blok diagram IC 555 berikut

Pin 1 (GROUND) : Merupakan titik 0V komponen yang dihubungkan dengan ground rangkaian atau ground supply. Pin ini ditunjukkan oleh titik (notch) yang terdapat pada badan komponen.

Pin 2 (TRIGGER) : Merupakan salah satu input komparator bagian bawah yang akan dibandingkan dengan input lain pada komparator tersebut yang telah direferensikan nilainya sebesar 1/3 tegangan supply (Vs). Jika input trigger berubah dari HIGH ke LOW dan besarnya kurang dari 1/3 Vs maka komparator bagian bawah ini akan mengaktifkan flip-flop sehingga akan dihasilkan output IC 555 dalam kondisi HIGH. Pin trigger ini mempunyai impedansi yang sangat besar, yaitu > 2MΩ

Pin 3 (OUTPUT) : Output IC 555 dinyatakan pada pin ini.

Pin 4 (RESET) : Digunakan untuk membuat output IC 555 dalam kondisi LOW (reset) untuk semua kondisi input. Reset akan terjadi saat pin ini diberikan tegangan sebesar ≤ 0,7V.

Pin 5 (CONTROL) : Merupakan salah satu input komparator bagian atas dimana input lain dari komparator adalah pin Threshold pada IC 555. Pin ini digunakan untuk mengatur tegangan ambang (threshold) yang telah diatur secara default sebesar 2/3 tegangan supply (Vs). Biasanya pin ini jarang digunakan dan saat tidak digunakan pin ini dihubungkan pada titik ground rangkaian melalui sebuah kapasitor 0,01uF yang berguna untuk mengurangi gangguan noise (desah).

Pin 6 (THRESHOLD) : Saat tegangan input pin ini berubah dari LOW ke HIGH dan besarnya lebih dari 2/3 tegangan supply (Vs) maka komparator bagian atas akan mereset flip-flop sehingga akan dihasilkan output IC 555 dalam kondisi LOW.

Pin 7 (DISCHARGE) : Merupakan jalur pembuangan arus yang berasal dari kaki kolektor transistor NPN yang terdapat pada IC 555. Pin ini biasanya dihubungkan pada sebuah kapasitor yang juga berfungsi untuk mengatur pewaktuan (timing) IC 555.

Pin 8 (VCC) : Sebagai input sumber tegangan DC yang digunakan untuk mengaktifkan IC 555. Sumber tegangan yang dapat digunakan sebesar 5V – 15V

Dalam aplikasi rangkaiannya, IC timer 555 mempunyai 3 mode operasi dasar, yaitu :
  1. Monostable
  2. Output rangkaian monostable hanya berupa satu pulsa (HIGH) saja, yaitu saat input sinyal yang diumpankan pada pin trigger berubah dari kondisi HIGH ke LOW. Rangkaian monostable juga biasa disebut dengan rangkaian one-shoot.
  3. Astable
  4. Output rangkaian astable berupa gelombang kotak yang berosilasi pada frekuensi dan periode tertentu, tergantung dari komponen RC yang digunakan.
  5. Bistable
  6. Output rangkaian bistable mempunyai 2 kondisi output yang dipengaruhi oleh input pada pin trigger dan reset. Atau dapat dikatakan, output rangkaian bistable serupa dengan output rangkaian astable yang dioperasikan secara manual tanpa menggunakan komponen RC sebagai pengatur pewaktuan (timing).



Bookmark and Share
PERHATIAN :
Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
Cantumkan link berikut jika Anda menulis ulang sebagian/seluruh isi artikel ini pada blog/website Anda

12 comments:

ladu said...

thanks ya infonya

agung said...

trims infonya... mg2 km + pinter

Anonymous said...

tolong jelaskan tentang mode operasinya secara detil

yos said...

@anonim.
waduh...susah juga klo ada tuntutan kayak gini...hehehe
sebetulnya di buku2 elektronika dasar banyak kok penjelasannya.
klo ada waktu, nanti akan saya bahas mode operasi IC 555.

Maman Malmsteen said...

Mantap dech artikelnya.

Jovi said...

Blogwalking dulu ah

Anonymous said...

sumbernya darimana?

yos said...

@anonim_5/8/12 20:28
sumber artikel ini?
klo sumbernya banyak kemudian saya rangkum jadi 1 artikel singkat.
salah satu sumbernya wikipedia

Kupukupu Bidadari said...

Boss tolong bantu, sy kurang memahami elektronika tp sgt memerlukan rangkaian berikut : RANGKAIAN TIMER yg dipasang stelah charger Nok** (klo tdk salah 5 Volt). Charger tsb akan sy hubungkan dg suatu motor kecil (3 Volt). Mohon diberi petunjuk agar timer mpy sifat
1. Mengalirkan arus listrik dg interval 1 jam
2. Mengalirkan arus listrik hanya selama 20 detik sj
(maksud sy ntinya motor akan berputar selama 20 detik setiap 1 jam/dg jarak 1jam)
**Tolong ya boss komponen apa sj dan skema rangkaian yg jelas krn sy awam elektronika. Misal perlu IC, resistor dll serinya apa, satuannya berapa ?
( mohon diemail ke sigit.js@gmail.com )
Tmks

Hyun Namikaze said...

mas kalau error yng sering terjadi di ic ini apa ya???
*newbie*

yos said...

@Hyun Namikaze
mahon maaf. klo utk kelemahan/error pada IC ini saya kurang tau & jika ingat pun sudah lupa. maklum udh lama meninggalkan bangku kuliah :)

yusuf mudadalam said...

Asik aje deh.....
Met berkarya....

Post a Comment

Blog Followers

Blog Directory